11 Jun 2010

Monas, Monumen Berpuncak Emas


Hampir setiap negara di dunia memiliki bangunan yang menjadi ciri khas yang bisa dibanggakan. Juga menjadi objek wisata bagi turis mancanegara. Malaysia, misalnya memiliki Petronas, bangunan megah dan salah satu yang tertinggi di dunia. Amerika Serikat memiliki jembatan Golden Gate atau patung Liberty, serta Perancis terkenal dengan menara Eiffel.

Bagaimana dengan negara kita Indonesia? Ya, kita juga memiliki sesuatu yang dapat dibanggakan, yaitu monumen nasional alias Monas. Teman-teman, mungkian kalian sudah pernah mendengar bahkan melihat langsung Monas. Monas terletak di depan Istana Negara (kantor Presiden) di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Bangunan Monas memiliki keunikan tersendiri dan kini menjadi ciri khas kota Jakarta (ibu kota Negara Republik Indonesia). Monas dibangun pada tahun 1961 dengan ketinggian 132 meter. Pembangunannya merupakan ide dari presiden pertama RI, yaitu Ir Soekarno.

Kenapa disebut unik? Karena pada puncak bangunan Monas terdapat nyala obor yang terbuat dari perunggu seberat 14,5 ton. Nyala obor ini kemudian dilapisi dengan emas murni seberat 35 kilogram.

Bangunan monas merupakan hasil karya seni arsitektur putra banga Indonesia, yaitu F Silaban. Namun dalam pelaksanaan konstruksinya, dibantu beberapa ahli dari Jepang dan Italia.

Sekarang Monas menjadi salah satu objek wisata terkenal di Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun memelihara keindahan dan kebersihan taman-taman yang mengelilingi monumen bersejarah ini.

Pada hari-hari tertentu, khususnya Sabtu, Ahad, dan liburan sekolah, Monas dibuka untuk umum. Maksudnya, siapa pun, termasuk kalian, boleh masuk ke Monas dan naik dengan menggunakan lift sampai ke puncak tertinggi. Namun, tentu ada syaratnya, yaitu harus terlebih dulu membeli tiket masuk dan tidak diperkenankan memegang dan mengambil benda-benda yang ada di dalam Monas. Karena benda-benda yang di sana merupakan benda sejarah yang tak ternilai harganya. Misalnya ada lemari gapura yang terbuat dari perunggu sebesar 4 ton dan dilapisi emas murni 22 kilogram.

Teman-teman, kalau kita naik ke puncak Monas, kita akan bisa melihat indahnya kota Jakarta. Dari sana terlihat bangunan-bangunan yang menjulang tinggi serta kendaraan di jalanan yang hampir menyerupai semut yang sedang berjalan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar